Sejarah filsafat ialah penyelidikan ilmiah mengenai perkembangan filsafat dari seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia dalam sejarah. Jadi, perlu digaris bawahi bahwa sejarah filsafat itu belumlah "filsafat", sejarah filsafat hanyalah "sejarahnya", karena sejarah filsafat bukan satu-satunya pengantar ataupun satu-satunya filsafat karena dilihat dari sudut didaktik, banyak aliran-aliran ataupun pendapat-pendapat yang sering bertentangan satu sama lain. Hal itu bisa dengan mudah menimbulkan kesalah pahaman.
Di dalam filsafat, aliran yang satu biasanya merupakan reaksi atau sintesis dari aliran lain, semisal, filsuf-fisuf besar seperti Aristoteles, Thomas Aquino, dan Immanuel Kant, pendapatnya hanya bisa dimengerti dari aliran-aliran yang mendahului mereka. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pendapat dari beberapa ahli filsafat sesuai zamannya.
Berdasarkan asal perkembangannya, filsafat terbagi menjadi 2 macam :
1. Filsafat Yunani
2. Filsafat Barat/Eropa
1. Filsafat Yunani
Filsafat Yunani adalah filsafat yang berkembang di Yunani dimana di daerah tersebut di daulat sebagai asal muasal lahirnya filsuf-filsuf dunia. Filsafat Yunani ini terbagi atas 3 masa, yaitu :
a. Masa Pra Socrates (624 – 370 SM)
Masa Pra Socrates ini menitikberatkan pada filsafat alam di mana ilmu lebih mengkhususkan atau mencari penjelasan atas segala sesuatu yang terjadi di alam (terjadinya segala-galanya dari prinsip pertama (arche)). Tokoh-tokohnya meliputi :
1) Thales (624-548 SM) : intisari alam adalah air
2) Anaximender (611-547 SM) :
3) Anaximenes (599-524 SM) : intisari alam adalah udara
4) Phytagoras (580-500 SM) : dasar segala sesuatu adalah bilangan
5) Parmenides of Elea (540-475 SM) : realitas bukanlah menjadi tetapi ada
6) Heraclitos (535-475 SM) : semuanya menjadi dan tidak ada yang tetap, ilmu itu bersifat berubah
7) Anaxigoras (499-428 SM) : kesadaran (nous) yang mengatur segala-galanya
8) Empedocles (490-435 SM) : tak ada menjadi dan hilang
9) Demokritos (460-370 SM) : bagian terkecil adalah atomos
b. Masa Socrates (469-399 SM)
Pada masa ini, filsafat lebih dipusatkan penyelidikan pada manusia, karena filsafat alam tak dapat memberikan jawaban yang memuaskan atas segala pertanyaan, maka timbullah reaksi para kaum Sofis (pedagang pengetahuan) yaitu Protagoras (481-411 SM) dan Gorgias (483-375 SM). Tokoh lain yang terkenal adalah Socrates (470-400 SM), pendapatnya adalah filsafat merupakan usaha melalui pengertian sejati untuk mencapai kebajikan.
c. Masa Sesudah Socrates
Masa ini terbagi atas 3 zaman, yaitu :
1) Zaman Keemasan
Menitikberatkan pada pencarian sintesa antara filsafat alam dan filsafat manusia. Tokoh-tokohnya antara lain :
Plato (429-347 SM)
Pada dasarnya Plato hanya meneruskan dan menyempurnakan ajaran Socrates. Inti ajarannya adalah prinsip pertama, kesusilaan, alam, dan negara. Filosofinya yang terkenal yaitu "aku adalah memajukan dunia ide", "aku adalah ideku", "ide yang tetap dan disitu adalah realitas".
Aristoteles (348-322 SM)
Merupakan murid Plato yang berhasil menemukan pemecahan persoalan-persoalan besar yang dipersatukan dalam satu sistem yaitu meliputi : Logika, Fisika, Metafisika, dan Pengetahuan Praktis. Filosofinya adalah "yang berubah dan beralih, itulah realitas".
2) Zaman Keruntuhan Sistem Etika
Pada zaman ini, terbagi atas 4 bangsa besar, yaitu :
Stoa (300 Sebelum Masehi – 200 Sesudah Masehi)
Bangsa Stoa memberikan ajaran hidup praktis, agak materialistis, mengembangkan logika lebih lanjut. Tokohnya Zeno (336 – 364 SM) dengan filosofinya adalah pengetahuan berdasar pengalaman indra.
Epikurisme (341-271 SM)
Ajaran bangsa ini meliputi : materialistis, akuistis (kebahagiaan adalah kepuasan diri). Tokohnya adalah Epikuros (341-270 SM) dengan filosofi sumber pengetahuan adalah pengalaman.
Skepsis
Ajarannya adalah kesangsian dimana tak mungkin orang mencapai kepastian. Tokohnya yang terkenal adalah Pyrho ( 365-275 SM) dengan filosofi pengetahuan kita tidak boleh dipercaya.
3) Zaman Perkembangan Baru
Bangsanya adalah Neo-Platonis dengan ajaran bersikap religius, kebatinan. Tokohnya adalah Plotinos (204-270 SM) dengan filosofinya pengalaman batin dan persatuan dengan Tuhan.
2. Filsafat Barat/Eropa
Filsafat Barat sebenarnya masih terpengaruh oleh Filsafat Yunani dan sedikit pengaruh dari Filsafat Timur. Sifat Filsafat Barat adalah melepaskan diri dari mitos-mitos dan mencari pertanggungjawaban yang rasional daripada kenyataan, mencari apa yang tetap dan kekal dalam kenyataan yang berubah-ubah, realistis, terang, tajam dalam perumusan-perumusan, teratur, dan rapi. Filsafat Barat terbagi atas 4 zaman, yaitu :
a. Abad Kuno / Permulaan
Yang menonjol pada abad ini adalah bangsa Patristik dimana masih dipengaruhi oleh Gereja. Mayoritas bangsa Patristik ini beragama Katolik dan mengenal dengan adanya Tuhan, manusia dan dunia serta manusia dan etikanya. Ajarannya tentang kebebasan manusia, kepribadian, kesusilaan, dan sifat Tuhan. Tokoh-tokohnya meliputi Tertulianus (160-222 SM) yang berpendapat bahwa kebenaran hanya terdapat di kitab suci dan Agustinus (354-430 SM) yang memerangi skepsis, pendapatnya adalah kebenaran dipaparkan dengan putusan yang baka.
b. Abad Pertengahan
Bangsa-bangsa di abad ini meliputi :
1) Scholastik
Disebut bangsa Scholastik karena filsafat telah diajarkan di Universitas-Universitas (sekolah) pada waktu itu. Tokoh-tokohnya yaitu :
a) Joanes Scotus (818-879 M)
Pendapatnya : "Filsafat haruslah mengabdi pada Teologia."
b) Anselmus (1033-1109 M)
Pendapatnya : "Kepercayaan itu mencari budi."
c) Petrus Abelardus (1079-1143 M)
Pendapatnya : "Yang sungguh ada ialah benda konkret."
d) Albertus Magnus
Pendapatnya : "Pengalaman indra adalah yang utama."
2) Tomisme
Tokohnya adalah St. Thomas Aquinas yang berpendapat bahwa sistem dualisme yang merupakan kesatuan.
c. Zaman Modern
Bangsa-bangsanya meliputi :
1) Rasionalisme
Ajaran Bangsa Rasionalisme yaitu pikiran dipangkalkan pada keraguan untuk mencapai kepastian. Tokoh pelopornya adalah Rene Descartes (1596 M), filosofinya yang terkenal adalah "Aku berpikir maka aku ada." . Penganut dari Rasionalisme ini adalah Blaise Pascal (1623-1662), Nicholas de Malebranche (1538-1715), Benedict Spinoza (1632-1677), Von Leibnitz (1646-1716) yang berpendapat bahwa kebenaran terdiri atas dua bagian yaitu kebenaran yang nyata berdasarkan pengalaman serta kebenaran yang berdasarkan akal manusia.
2) Empirisme
Tokoh-tokohnya antara lain :
a) Francis Bacon (1210-1292 M)
Pendapatnya : " Yang paling penting adalah guna.", "Pengetahuan dicapai dengan induksi.", "Ilmu pengetahuan harus terbebas dari idol."
b) Thomas Hobbes (1588-1679 M)
Pendapatnya : "Persentuhan dengan indra menjadi pangkal dan sumber pengetahuan."
c) John Locke (1632-1704 M)
Pendapatnya : "Tabula Rasa, yaitu jiwa manusia lahir dalam keadaan putih bersih."
d) David Hume (1711-1776 M)
Pendapatnya : "Pengetahuan disebabkan pengalaman."
3) Kritisme
Tokoh pelopornya adalah Immanuel Kant (1724-1804 M) yang berpendapat tentang pengetahuan transedental dan berfilosofi tentang "Keputusanku itulah ilmuku."
d. Zaman Kontemporer
Terdiri atas 4 bangsa, yaitu :
1) Materialisme
Tokohnya adalah La Mattrie (1709-1751 M), pendapatnya bahwa jiwa tanpa bahan tak mungkin ada.
2) Evolusionisme
Tokohnya Herbert Spencer (1820-1903 M) dan Charles Darwin (1809-1882 M) tentang teori evolusinya (Teori Perkembangan).
3) Positivisme
Tokohnya adalah August Comte (1798-1857 M), pendapatnya adalah "Supaya ada masyarakat baru perlu perbaikan budi dan jiwa."
4) Idealisme
Tokohnya adalah John Fichte (1762-1814 M) dengan filsafat identitas yaitu "Aku adalah satu-satunya.", " Diriku yang otonom itulah ilmuku". Disamping itu ada George Hegel (1779-1831 M), filosofinya adalah "Sebenar-benar ilmu adalah sejarahnya dunia dengan segenap isinya."
Referensi : www.radicalacademy.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar